Wednesday, January 17, 2018

Tipe-Tipe Awan

Tipe-Tipe Awan
Sumber: https://pixabay.com/p-1209784/?no_redirect
Apa saja nama tipe-tipe awan yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari? Apa ciri dari masing-masing tipe awan tersebut?
Awan merupakan kumpulan butiran air dan atau es yang mengelompok di atmosfer. Awan terbentuk oleh gerak uap air secara vertikal dengan bantuan tenaga angin. Uap air tersebut mengalami pemadatan di atmosfer dan akhirnya mengembun setelah melewati keadaan jenuh (padat dan penuh). Bentuk serta ketinggian terbentuknya awan ditentukan oleh banyaknya uap air dan kondisi angin.

Awan dapat diklasiļ¬kasikan berdasarkan formasi yang dibentuk dan berdasarkan ketinggian. Berdasarkan formasi (bentuknya), awan dapat dibedakan menjadi awan cirrus, cumulus, dan stratus. Terdapat pula awan fracto, yaitu awan yang terpecah-pecah akibat hembusan angin. Dari ketiga golongan awan tersebut dapat diklasifikasikan lagi menjadi sepuluh jenis awan sebagai berikut.
1.    Cirrus
Cirrus adalah awan yang berbentuk terpisah-pisah menyerupai serat halus berwarna putih atau membentuk jalur-jalur sempit. Awan ini kadang-kadang tampak seperti serabut berwarna keperak-perakan.

2.    Cirrocumulus
Cirrocumulus adalah awan yang berbentuk terpisah-pisah seperti segerombolan domba. Biasanya awan ini juga terdiri atas bentuk biji atau bentuk lipatan dengan susunan yang teratur, baik mengumpul maupun memencar.

3.    Cirrostratus
Cirrostratus adalah awan yang berbentuk transparan dan merata dengan bentuk seperti kelambu keputih-putihan. Awan ini menutupi sebagian atau seluruh permukaan langit. Awan ini juga dapat menimbulkan fenomena hallo (lingkaran seperti cincin pada matahari atau bulan).

4.    Altocumulus
Altocumulus adalah awan putih, abu-abu, atau campuran keduanya yang berbentuk gumpalan-gumpalan bulat, kadang-kadang berserabut atau seolah kabur. Awan jenis ini seolah membentuk kelompok yang saling berdekatan.

5.    Altostratus
Altostratus adalah awan berbentuk lembaran tipis berwarna abu-abu kebiruan, tampak serba sama, serta menutupi sebagian atau seluruh langit. Ciri awan ini adalah dapat menampilkan bentuk matahari yang bulat.

6.    Nimbostratus
Nimbostratus adalah awan yang berbentuk tidak beraturan, tebal, berwarna abu-abu kegelapan, serta tersebar luas di langit. Awan ini menimbulkan hujan gerimis.

7.    Stratocumulus
Stratocumulus adalah awan berwarna abu-abu, putih, atau campuran keduanya, serta berbentuk seperti bola-bola yang menutupi seluruh langit. Awan ini tidak  menimbulkan hujan karena lapisannya hanya tipis.

8.    Stratus
Stratus adalah awan yang berbentuk lapisan dengan ketinggian yang rendah dan berwarna abu-abu. Awan jenis ini menyerupai kabut di pegunungan.

9.    Cumulus
Cumulus adalah awan tebal dengan puncak agak tinggi, bagian atasnya tampak menyerupai bunga kol. Awan ini membentuk bayangan berwarna abu-abu.

10.  Cumulonimbus
Cumulonimbus adalah awan dengan warna gelap, berukuran besar, menjulang sangat tinggi seperti gunung atau menara dengan puncak yang melebar. Bagian atas puncak awan ini biasanya halus dan membentang luas. Awan ini menimbulkan badai dan hujan lebat.

Berdasarkan letak ketinggian, awan dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
1.    Kelompok Awan Tinggi
Kelompok awan tinggi adalah awan yang terletak di ketinggian 6 km – 18 km dari permukaan tanah. Awan yang termasuk dalam kelompok ini adalah cirrus, cirrocumulus dan cirrostratus.

2.    Kelompok Awan Pertengahan
Kelompok awan pertengahan adalah awan yang terletak di ketinggian 2 km – 6 km dari permukaan tanah. Awan yang termasuk dalam kelompok ini adalah altocumulus dan altostratus.

3.    Kelompok Awan Rendah
Kelompok awan rendah adalah awan yang terletak di ketinggian kurang dari 2 km dari permukaan tanah. Awan yang termasuk dalam kelompok ini adalah stratus.

4.    Kelompok Awan yang Berkembang Secara Vertikal
Kelompok awan yang berkembang secara vertikal adalah awan yang terbentuk karena adanya pergerakan udara secara vertikal. Awan yang termasuk dalam kelompok ini adalah cumulus dan cumulonimbus. Awan cumulus berkembang secara vertikal dalam lingkup sempit, sedangkan awan cumulonimbus berkembang secara vertikal dalam lingkup luas.

No comments:

Post a Comment

Postingan Terbaru

Klasifikasi Sumber Daya Alam Berdasarkan Sifat dan Proses Pemulihannya

Klasifikasi Sumber Daya Alam  Berdasarkan Sifat dan Proses Pemulihannya Bagaimanakah klasifikasi sumber daya alam berdasarkan sifat da...

Paling Banyak Dibaca