Showing posts with label Hakikat Ilmu Geografi dan Pengembangan Wilayah. Show all posts
Showing posts with label Hakikat Ilmu Geografi dan Pengembangan Wilayah. Show all posts

Saturday, February 3, 2018

Konsep-Konsep Pengembangan Wilayah

Konsep-Konsep Pengembangan Wilayah

Bagaimanakah cara-cara yang dapat diterapkan untuk mengembangkan suatu wilayah?
Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/a8/Johannesburg.jpg
Hal-hal apa saja yang harus dipertimbangkan ketika hendak merencanakan pengembangan wilayah?
Pengembangan wilayah adalah suatu upaya yang dilakukan untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan hidup masyarakat di wilayah tertentu dan untuk mengurangi ketimpangan antarwilayah. Pengembangan wilayah merupakan program yang dilakukan secara menyeluruh dan terpadu berdasarkan kontribusi sumber daya yang ada. Hingga saat ini, berbagai konsep pengembangan wilayah telah diterapkan di berbagai negara melalui penerapan berbagai disiplin ilmu.

Peran Pengembangan Wilayah bagi Pembangunan Nasional

Peran Pengembangan Wilayah bagi Pembangunan Nasional

Apakah peran pengembangan wilayah bagi pembangunan nasional?
Sumber: https://pixabay.com/p-13853/?no_redirect
Secara garis besar, peran pengembangan wilayah bagi pembangunan nasional terdiri atas peran sebagai upaya untuk mengurangi ketimpangan wilayah dalam rangka pemerataan pembangunan serta peran dalam antisipasi globalisasi dan perdagangan bebas. Ketimpangan atau kesenjangan antarwilayah harus dikurangi agar dapat menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat. Sementara itu, antisipasi globalisasi dan perdagangan bebas harus dilakukan agar setiap wilayah siap dalam menghadapi globalisasi dan perdagangan bebas sehingga dapat memperoleh keuntungan dari hal tersebut.

Dampak Interaksi antara Wilayah Desa dan Wilayah Kota

Dampak Interaksi antara Wilayah Desa dan Wilayah Kota
Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/2c/Slum_in_Phnom_Penh.JPG
Apa saja pengaruh positif dan pengaruh negatif dari adanya interaksi antara wilayah desa dan wilayah kota?
Interaksi antara desa dan kota terjadi karena adanya perbedaan karakteristik antara kedua wilayah tersebut. Adanya perbedaan ini menyebabkan tidak semua kebutuhan hidup masyarakat dapat diperoleh dari desa saja atau dari kota saja. Interaksi desa dan kota menimbulkan dampak tertentu, baik bagi desa maupun bagi kota. Dampak tersebut dapat berupa pengaruh positif maupun pengaruh negatif. Apa saja dampak-dampak tersebut? Mari, kita perhatikan penjelasan berikut ini.

Kekuatan Hubungan Interaksi Antarwilayah

Kekuatan Hubungan Interaksi Antarwilayah

Bagaimanakah cara untuk menghitung kekuatan hubungan interaksi antarwilayah?
Sumber: https://c1.staticflickr.com/9/8071/8292682199_0c48bfa555_b.jpg
Interaksi wilayah adalah hubungan timbal balik yang saling memengaruhi antara dua wilayah atau lebih sehingga menimbulkan suatu fenomena tertentu, terutama akibat aktivitas manusia. Wilayah desa dan wilayah kota memiliki interaksi erat yang sebenarnya dapat saling menguntungkan. Bahan pangan seperti beras, sayur, rempah-rempah, maupun hewan ternak yang biasa kita konsumsi sehari-hari sebagian besar diperoleh dari pedesaan. Sebaliknya, penduduk pedesaan memerlukan masyarakat kota untuk menjual bahan pangan tersebut dengan harga yang lebih tinggi karena dari sisi perekonomian penghasilan masyarakat kota cenderung lebih tinggi daripada masyarakat desa.

Friday, February 2, 2018

Pola Keruangan Wilayah Kota Berdasarkan Pendekatan Morfologi Kota dan Pendekatan Sistem Kegiatan

Pola Keruangan Wilayah Kota Berdasarkan Pendekatan Morfologi Kota dan Pendekatan Sistem Kegiatan
Sumber: https://pixabay.com/p-610845/?no_redirect
Bagaimanakah pola keruangan wilayah kota berdasarkan pendekatan morfologi kota dan pendekatan sistem kegiatan?
Contoh pendekatan yang dapat digunakan untuk menyoroti dinamika kehidupan suatu kota adalah pendekatan morfologi kota dan pendekatan sistem kegiatan (Yunus, 2006). Mari, kita simak penjelasan berikut ini dengan saksama.

Konsep Pusat Pertumbuhan dan Kutub Pertumbuhan

Konsep Pusat Pertumbuhan dan Kutub Pertumbuhan

Apakah yang dimaksud dengan konsep pusat pertumbuhan dan konsep kutub pertumbuhan?
Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/
commons/7/7f/Sydney_CBD_from_skyscraper.jpg
Bagaimanakah penerapan konsep pusat pertumbuhan dan kutub pertumbuhan agar dapat memajukan suatu wilayah?
Pusat pertumbuhan (growth center) dan kutub pertumbuhan (growth pole) merupakan dua istilah yang sering digunakan dalam kaitannya dengan pengembangan wilayah. Pusat pertumbuhan berkaitan erat dengan konsep keruangan, sedangkan kutub pertumbuhan pada awalnya merupakan konsep ekonomi. Konsep growth centre dan growth pole diperkenalkan oleh Francis Perroux, berdasarkan hasil pengamatan terhadap perkembangan kota dan industri di Eropa.

Pola Keruangan Wilayah Kota Berdasarkan Pendekatan Ekonomi: Teori Sewa Lahan dan Teori Nilai Lahan

Pola Keruangan Wilayah Kota Berdasarkan Pendekatan Ekonomi: 
Teori Sewa Lahan dan Teori Nilai Lahan

Bagaimanakah pola keruangan wilayah kota berdasarkan teori sewa lahan dan teori nilai lahan?
Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/75/
Central_Business_District_skyline_viewed_from_the_Lower_
Boardwalk_of_Marina_Bay%2C_Singapore_-_20121022-01.jpg
Pendekatan ekonomi untuk studi pola keruangan kota sebenarnya baru mulai mendapat perhatian besar pada tahun 1960-an. Akan tetapi, gagasan yang mengarah ke pendekatan ini telah muncul jauh sebelumnya. Terdapat tokoh yang menyampaikan gagasannya, antara lain Cooley (1894) dan Weber (1895) yang mengemukakan bahwa jalur transportasi memiliki peran cukup besar terhadap perkembangan kota. Selain itu, terdapat juga pendapat Hurd (1903) yang menyinggung masalah land values (nilai  ahan), rents (sewa lahan), dan costs (biaya) dalam suatu kota yang memiliki kaitan erat dengan penggunaan lahan.

Permasalahan Wilayah

Permasalahan Wilayah
Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/44/Dharavi_India.jpg
Apa saja macam-macam permasalahan wilayah yang dapat timbul dalam kehidupan sehari-hari?
Pengembangan wilayah tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah yang bersangkutan. Akan tetapi, pengembangan wilayah juga berkaitan dengan aspek politik, sosial, budaya, dan aspek-aspek lainnya. Pertumbuhan ekonomi ternyata belum sepenuhnya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Terdapat wilayah yang masyarakatnya memiliki ekonomi yang kuat (kaya), namun terdapat juga banyak wilayah yang masyarakatnya masih lemah ekonominya (miskin). Akibatnya, timbul masalah ketimpangan wilayah yang perlu untuk segera dicari jalan keluarnya.

Pola Keruangan Wilayah Kota Berdasarkan Teori Struktural

Pola Keruangan Wilayah Kota Berdasarkan Teori Struktural
Sumber: https://c1.staticflickr.com/4/3301/3345848241_a6df2e155f_b.jpg
Bagaimanakah pola keruangan wilayah kota berdasarkan teori struktural?
Menurut Yunus (2006), terdapat beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk menyoroti dinamika kehidupan suatu kota, khususnya berdasarkan penggunaan lahan kota atau tata ruang kota tersebut. Pendekatan-pendekatan tersebut dapat dikategorikan menjadi empat macam, yaitu pendekatan ekologi, pendekatan ekonomi, pendekatan  morfologi, dan pendekatan sistem kegiatan. Saat ini, kita akan membahas tentang pendekatan ekologi, khususnya berdasarkan teori struktural.

Klasifikasi Wilayah

Klasifikasi Wilayah

Apakah yang dimaksud dengan wilayah formal, wilayah fungsional, dan wilayah perencanaan? Apakah pengertian hinterland?
Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/36/
SeattleI5Skyline.jpg
Wilayah dapat diklasifikasikan menjadi wilayah formal, wilayah fungsional, dan wilayah perencanaan. Wilayah formal (formal region) merupakan wilayah yang memiliki beberapa kesamaan dalam beberapa kriteria tertentu. Wilayah formal sering disebut dengan wilayah homogen (homogenous region). Konsep wilayah homogen lebih menekankan pada aspek homogenitas dalam kelompok dan berdasarkan perbedaan antarkelompok tanpa memperhatikan bentuk hubungan fungsional antara komponen-komponen di dalamnya atau interaksi antarwilayah.

Pola Keruangan Wilayah Kota Berdasarkan Teori Ukuran Kota dan Teori Historis

Pola Keruangan Wilayah Kota Berdasarkan 
Teori Ukuran Kota dan Teori Historis 

Bagaimanakah pola keruangan wilayah kota berdasarkan teori ukuran kota dan teori historis?
Sumber: https://c1.staticflickr.com/4/3143/2749622638_c0d89612db_b.jpg
Menurut Yunus (2006), terdapat beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk menyoroti dinamika kehidupan suatu kota, khususnya berdasarkan penggunaan lahan kota atau tata ruang kota tersebut. Pendekatan-pendekatan tersebut dapat dikategorikan menjadi empat macam, yaitu pendekatan ekologi, pendekatan ekonomi, pendekatan  morfologi, dan pendekatan sistem kegiatan. Saat ini, kita akan membahas tentang pendekatan ekologi, khususnya berdasarkan teori ukuran kota dan teori historis.

Pola Keruangan Wilayah Kota Berdasarkan Teori Poros dan Teori Pusat Kegiatan Banyak

Pola Keruangan Wilayah Kota Berdasarkan Teori Poros dan 
Teori Pusat Kegiatan Banyak
Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/6/63/Aerial_photo_of_Buffalo%2C_NY_Skyline.jpg
Bagaimanakah pola keruangan wilayah kota berdasarkan teori poros dan teori pusat kegiatan banyak?
Menurut Yunus (2006), terdapat beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk menyoroti dinamika kehidupan suatu kota, khususnya berdasarkan penggunaan lahan kota atau tata ruang kota tersebut. Pendekatan-pendekatan tersebut dapat dikategorikan menjadi empat macam, yaitu pendekatan ekologi, pendekatan ekonomi, pendekatan  morfologi, dan pendekatan sistem kegiatan. Saat ini, kita akan membahas tentang pendekatan ekologi, khususnya berdasarkan teori poros dan teori pusat kegiatan banyak.

Pengertian Wilayah dan Perwilayahan

Pengertian Wilayah dan Perwilayahan
Sumber: https://static.pexels.com/photos/167200/pexels-photo-167200.jpeg
Apakah pengertian wilayah dan perwilayahan? Apakah perbedaan di antara keduanya?
Dalam mempelajari ilmu geografi, kita sering mengenal istilah wilayah dan perwilayahan. Apakah pengertian wilayah? Apakah artinya sama dengan perwilayahan? Agar lebih memahaminya, mari, kita simak penjelasan berikut ini.

Thursday, February 1, 2018

Pola Keruangan Wilayah Kota Berdasarkan Teori Sektoral dan Teori Konsektoral

Pola Keruangan Wilayah Kota Berdasarkan Teori Sektoral dan 
Teori Konsektoral

Sumber: http://maxpixel.freegreatpicture.com/
Vegas-Beautiful-City-Architecture-Sight-Sight-Seen-1094779
Bagaimanakah pola keruangan wilayah kota berdasarkan teori sektoral dan teori konsektoral?
Menurut Yunus (2006), terdapat beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk menyoroti dinamika kehidupan suatu kota, khususnya berdasarkan penggunaan lahan kota atau tata ruang kota tersebut. Pendekatan-pendekatan tersebut dapat dikategorikan menjadi empat macam, yaitu pendekatan ekologi, pendekatan ekonomi, pendekatan  morfologi, dan pendekatan sistem kegiatan. Saat ini, kita akan membahas tentang pendekatan ekologi, khususnya berdasarkan teori sektoral dan teori konsektoral.

Pola Keruangan Wilayah Kota Berdasarkan Teori Konsentris dan Teori Ketinggian Bangunan

Pola Keruangan Wilayah Kota Berdasarkan Teori Konsentris dan 
Teori Ketinggian Bangunan

Bagaimanakah pola keruangan wilayah kota berdasarkan teori konsentris dan teori ketinggian bangunan?
Sumber: https://www.goodfreephotos.com/albums/england/
london/city-view-and-skyline-of-london.jpg
Menurut Yunus (2006), terdapat beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk menyoroti dinamika kehidupan suatu kota, khususnya berdasarkan penggunaan lahan kota atau tata ruang kota tersebut. Pendekatan-pendekatan tersebut dapat dikategorikan menjadi empat macam, yaitu pendekatan ekologi, pendekatan ekonomi, pendekatan  morfologi, dan pendekatan sistem kegiatan. Saat ini, kita akan membahas tentang pendekatan ekologi, khususnya berdasarkan teori konsentris dan teori ketinggian bangunan.

Klasifikasi Kota

Klasifikasi Kota
Sumber: https://static.pexels.com/photos/593840/pexels-photo-593840.jpeg
Bagaimanakah klasifikasi kota berdasarkan karakteristik dinamika fungsionalnya? Bagaimanakah klasifikasi kota berdasarkan tingkat perkembangannya?
Berdasarkan karakteristik dinamika fungsionalnya, kota dapat diklasifikasikan menjadi beberapa tahapan perkembangan berikut.

Pengertian Wilayah Kota

Pengertian Wilayah Kota
Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/20/Jakarta_city_centre_from_Monas_%2822658831770%29.jpg
 Apa yang dimaksud dengan wilayah kota?
Dalam sistem administrasi wilayah, selain desa juga dikenal istilah kota. Ketika mendengar kata kota, pikiran kita tentu akan tertuju pada suatu kawasan yang sangat ramai, lalu lintasnya padat, pertokoan berderet-deret, dan terdapat fasilitas umum yang tersedia di berbagai tempat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kota adalah daerah pemusatan penduduk dengan kepadatan yang tinggi, sebagian besar penduduknya bekerja di luar sektor pertanian, serta terdapat berbagai fasilitas modern.

Tipologi (Karakteristik) Desa

Tipologi (Karakteristik) Desa
Sumber: https://pixabay.com/p-2582432/?no_redirect
 Bagaimana kita dapat mengetahui tipologi (karakteristik) suatu desa?
Menurut Nasikun (2007), tipologi (karakteristik) desa dapat diketahui berdasarkan kegiatan pokok masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Oleh karena itu, dikenal adanya desa pertanian, desa nelayan, atau desa industri. Selain itu, tipologi desa juga dapat dilihat dari perkembangan masyarakatnya.

Pola Keruangan Wilayah Desa

Pola Keruangan Wilayah Desa

Sumber: https://pixabay.com/p-100636/?no_redirect
Pola keruangan apa saja yang dapat terbentuk di suatu wilayah desa? Apakah peran sistem perhubungan atau jaringan transportasi terhadap pola keruangan desa?
Pola keruangan desa dapat dipengaruhi oleh faktor alam dan faktor sosial. Faktor alam yang memengaruhi pola keruangan desa, antara lain iklim, tanah, topografi, sumber daya air, dan keberadaan sumber daya alam lainnya. Faktor sosial yang memengaruhi pola keruangan desa, meliputi adat istiadat, kebudayaan, tingkat ekonomi, dan tingkat pendidikan penduduk.

Klasifikasi Desa

Klasifikasi Desa
Sumber: https://pixabay.com/p-237204/?no_redirect
Apa saja klasifikasi desa berdasarkan tingkat perkembangan masyarakat, mata pencaharian masyarakat, dan bentuk ikatan masyarakatnya?
Meskipun sama-sama berupa desa, antara desa yang satu bisa saja berbeda dengan desa yang lainnya. Desa dapat diklasifikasikan berdasarkan tingkat perkembangan masyarakat, mata pencaharian masyarakat, dan bentuk ikatan antarmasyarakat.

Postingan Terbaru

Klasifikasi Sumber Daya Alam Berdasarkan Sifat dan Proses Pemulihannya

Klasifikasi Sumber Daya Alam  Berdasarkan Sifat dan Proses Pemulihannya Bagaimanakah klasifikasi sumber daya alam berdasarkan sifat da...

Paling Banyak Dibaca