Monday, January 8, 2018

Mengenal Jenis-Jenis Batuan: Batuan Beku

Mengenal Jenis-Jenis Batuan: Batuan Beku

Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/
thumb/e/ef/Balls_Bluff_Siltstone_with_Diabase_Intrusion_
%284802113326%29.jpg/1280px-Balls_Bluff_Siltstone_
with_Diabase_Intrusion_%284802113326%29.jpg
Apakah yang dimaksud dengan batuan beku? Apa saja jenis-jenisnya?
Batuan merupakan suatu massa mineral padat yang tersusun oleh satu atau beberapa jenis material secara alami. Secara umum, batuan yang ada di permukaan bumi dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Saat ini, kita hanya akan fokus membahas tentang batuan beku saja.

Batuan beku berasal dari materi lelehan pijar di dalam bumi (magma). Magma dapat naik ke permukaan bumi akibat adanya tekanan dari dalam bumi. Magma dari dalam bumi memiliki suhu yang sangat tinggi. Semakin naik ke permukaan, maka suhu magma semakin rendah. Suhu yang semakin rendah ini menjadikan materi yang semula berupa lelehan pijar menjadi padat (beku) sehingga akhirnya disebut batuan beku. Berdasarkan tempat terbentuknya, batuan beku dapat dibedakan menjadi batuan beku dalam, batuan beku tengah (disebut juga batuan hipabisal/korok/subvulcanic intrusion/batuan beku gang), dan batuan beku luar.

1.    Batuan Beku Dalam (Batuan Intrusi)
Batuan beku dalam merupakan batuan yang terbentuk dari hasil pembekuan magma di dalam bumi, sebelum mencapai permukaan bumi. Proses pembekuan magma berlangsung sangat lambat sehingga dihasilkan mineral yang sempurna, berukuran besar, dan saling mengikat. Batuan beku dalam dapat dibedakan menurut tingkat keasamannya, yaitu batuan beku dalam asam, batuan beku dalam intermediet, dan batuan beku dalam basa. Contoh batuan beku dalam asam adalah batuan granit dan sienit, dengan ciri warna putih keabu-abuan. Contoh batuan beku dalam intermediet adalah batuan diorit dan gabro, dengan ciri warna coklat kehitaman. Contoh batuan beku dalam basa adalah batuan dunit, dengan ciri warna coklat keabu-abuan.

2.    Batuan Beku Tengah
Batuan beku tengah adalah batuan beku yang terbentuk akibat proses penyusupan magma pada celah litosfer (lapisan batuan di atasnya) sebelum mencapai permukaan bumi. Proses pembekuan batuan beku tengah berlangsung cenderung cepat sehingga mineral yang dihasilkan kurang sempurna. Batuan beku tengah dapat berupa kristal besar, kristal kecil, maupun tidak mengkristal. Contoh batuan beku tengah adalah batuan granit porfiritik, kuarsa diorit, diabase, dan ordinit.

3.    Batuan Beku Luar (Batuan Ekstrusi)
Batuan beku luar merupakan batuan yang terbentuk dari hasil pembekuan magma di luar permukaan bumi atau membeku setelah mencapai permukaan bumi. Batuan beku luar dapat terbentuk pada satu titik celah permukaan bumi maupun pada celah memanjang, dalam keadaan ekstrem melalui proses erupsi. Proses pembekuan magma berlangsung sangat cepat akibat adanya perubahan suhu yang signifikan antara suhu di dalam permukaan bumi dan suhu di luar permukaan bumi. Proses pembentukan yang sangat cepat tersebut mengakibatkan mineral yang terbentuk tidak sempurna. Struktur mineral batuan beku luar disebut juga amorf atau tidak berbentuk.
Seperti halnya batuan beku dalam, batuan beku luar dapat dibedakan menurut tingkat keasaman, yaitu batuan beku luar asam, batuan beku luar intermediet, dan batuan beku luar basa. Contoh batuan beku luar asam adalah batuan zeolit, dengan ciri warna kecoklatan. Contoh batuan beku luar intermediet adalah batuan andesit, dengan ciri warna abu-abu kehitaman. Contoh batuan beku luar basa adalah batuan basalt, dengan ciri warna hitam bercak putih.

No comments:

Post a Comment

Postingan Terbaru

Klasifikasi Sumber Daya Alam Berdasarkan Sifat dan Proses Pemulihannya

Klasifikasi Sumber Daya Alam  Berdasarkan Sifat dan Proses Pemulihannya Bagaimanakah klasifikasi sumber daya alam berdasarkan sifat da...

Paling Banyak Dibaca