Thursday, January 18, 2018

Unsur-Unsur Peta

Unsur-Unsur Peta

Bagaimanakah suatu peta dapat disebut sebagai peta yang baik? Unsur-unsur apa saja yang harus ada di dalamnya?
Sumber: https://pixabay.com/p-2036032/?no_redirect
Pembahasan tentang peta tidak dapat terlepas dari unsur-unsur peta. Peta yang baik harus memuat unsur-unsur peta secara lengkap. Unsur-unsur peta meliputi judul, skala, sistem grid, generalisasi, simbol, legenda, orientasi, inset, penulisan nama-nama geografi, dan komposisi peta.



1.    Judul Peta
Judul peta harus mencerminkan isi peta. Saat orang-orang pertama kali membaca peta, diharapkan mereka dapat langsung menangkap secara sekilas mengenai isi peta berdasarkan apa yang tertulis dalam judul peta. Judul peta juga menunjukkan lokasi yang dipetakan serta kadang-kadang juga menunjukkan tahun yang berkenaan dengan isi peta. Judul peta dapat bersifat administratif dan problematik. Contoh judul peta yang bersifat administratif, misalnya Peta Provinsi Jawa Tengah atau Peta Kabupaten Boyolali. Contoh judul peta yang bersifat problematik, misalnya Peta Curah Hujan atau Peta Kepadatan Penduduk. Judul peta dapat pula bersifat gabungan, misalnya Peta Curah Hujan Provinsi Jawa Tengah atau Peta Kepadatan Penduduk Kabupaten Boyolali.

2.    Skala Peta
Skala peta merupakan perbandingan jarak antara dua objek di peta dan jarak sebenarnya kedua objek tersebut di permukaan bumi atau kenyataan sebenarnya. Dalam konteks lain, skala juga dapat diartikan sebagai perbandingan antara jari-jari globe dan jari-jari bumi (spheroid). Skala dapat dinyatakan dengan skala angka, skala verbal/kalimat, dan skala grafis.

3.    Sistem Grid (Sistem Koordinat)
Posisi suatu objek di permukaan bumi dapat dinyatakan dengan posisi (letak) relatif dan posisi (letak) absolut. Posisi relatif adalah posisi (kedudukan) suatu objek terhadap objek lainnya. Sementara itu, posisi absolut adalah posisi objek di permukaan bumi berdasarkan sistem grid/koordinat. Dengan demikian, suatu tempat akan memiliki posisi absolut yang berbeda dengan tempat lainnya. Koordinat dapat ditunjukkan oleh adanya garis vertikal dan horizontal dalam peta. Sistem grid/koordinat yang banyak digunakan dalam peta adalah grid petak, grid geografis, dan grid UTM (Universal Transverse Mercator).

4.    Generalisasi
Objek yang digambarkan dalam peta adalah objek tertentu saja atau hanya sebagian kecil dari seluruh ketampakan yang sesungguhnya di permukaan bumi. Objek-objek yang digambarkan tersebut adalah objek yang dibutuhkan informasinya dan sesuai dengan tujuan pembuatan peta. Oleh karena itu, terdapat suatu pemilihan dan penyederhanaan objek yang dikenal dengan istilah generalisasi pemetaan. Generalisasi adalah suatu proses penyederhanaan peta akibat adanya perubahan dari skala besar menjadi skala kecil, dengan tetap mempertahankan bentuk dan ciri utama peta.

5.    Simbol
Simbol diperlukan dalam peta untuk menggambarkan objek dan fenomena geografi sehingga setiap informasi yang disajikan dapat dipahami oleh pengguna peta. Secara sederhana, simbol berarti suatu gambar yang memiliki makna tertentu. Simbol memegang peranan yang sangat penting karena simbol merupakan sumber informasi utama mengenai tema suatu peta.

6.   Legenda
Legenda adalah suatu keterangan mengenai simbol-simbol yang terdapat pada peta. Legenda diperlukan agar peta dapat mudah dipahami oleh pengguna atau pembacanya. Penempatan legenda pada peta dapat dilakukan di tepi peta, bawah peta, atau bagian lain yang tidak mengganggu isi peta.

7.    Inset
Inset merupakan penunjuk lokasi suatu wilayah yang dipetakan terhadap wilayah di sekitarnya atau terhadap wilayah yang lebih luas. Sebagai contoh, dalam pembuatan peta administrasi Kabupaten Sukoharjo diberikan inset Peta Provinsi Jawa Tengah agar pengguna peta mengetahui bahwa Kabupaten Sukoharjo terletak di Provinsi Jawa Tengah.

8.    Orientasi
Orientasi merupakan petunjuk arah pada peta. Dengan adanya orientasi, pengguna peta dapat memperoleh gambaran mengenai lokasi suatu objek dan memahami informasi pada peta secara keruangan. Orientasi umumnya berpedoman pada arah utara, yaitu arah atas peta. Terdapat 3 macam arah utara pada peta, yaitu utara sebenarnya (true north), utara peta/utara geografis/utara grid (grid north), dan utara magnetis (magnetic north). Utara sebenarnya adalah arah kutub utara bumi yang biasa digambarkan dengan tanda panah atau bintang pada peta. Utara peta/utara geografis/utara grid adalah arah utara yang ditunjukkan oleh garis-garis tegak lurus grid suatu peta. Garis-garis tersebut merupakan hasil proyeksi garis lintang dan bujur bumi yang kemudian diproyeksikan ke dalam grid. Sementara itu, utara magnetis adalah arah utara yang ditunjukkan oleh jarum kompas. Jarum kompas akan menunjuk ke arah kutub utara magnetis bumi yang berlokasi di Jazirah Boshia, sebelah utara Kanada.

9.    Penulisan Nama-Nama Geografi
Salah satu hal yang sering kita jumpai dalam peta adalah nama-nama geografi. Nama-nama geografi harus selalu dicantumkan karena merupakan suatu tanda untuk membantu identifikasi suatu objek. Dengan adanya nama-nama geografi, maka pengguna peta tidak perlu berpikir lama untuk mengetahui suatu objek pada peta. Prinsip-prinsip penulisan huruf untuk nama-nama geografi di antaranya sebagai berikut.
a.    Wilayah administrasi dan nama tempat berwana hitam atau abu-abu.
b.   Bentuk relief seperti pegunungan, bukit, dan sebagainya ditulis dengan huruf miring (italic) berwarna hitam.
c.    Nama objek perairan/perwujudan air ditulis dengan huruf miring (italic) berwarna biru.

10.  Komposisi Peta
Komposisi peta adalah penyusunan tampilan dan tata letak peta (layout) gambar utama peta serta unsur-unsur peta lainnya. Tata letak peta sangat penting agar peta yang dihasilkan menjadi menarik serta mudah untuk dipahami. Komposisi peta tidak hanya berdasarkan keindahan (seni) saja, melainkan juga harus mengikuti kaidah/aturan kartografi yang telah dibakukan. Dalam penyusunan komposisi peta terdapat 2 bagian utama, yaitu peta itu sendiri (muka peta) dan informasi tepi peta. Informasi tepi peta meliputi judul peta, orientasi, skala, legenda, grid/koordinat, sumber peta, tahun pembuatan peta, dan informasi penting lainnya. Komposisi peta juga harus mempertimbangkan keseimbangan dalam tata letak, tipe huruf, dan ukuran huruf.

No comments:

Post a Comment

Postingan Terbaru

Klasifikasi Sumber Daya Alam Berdasarkan Sifat dan Proses Pemulihannya

Klasifikasi Sumber Daya Alam  Berdasarkan Sifat dan Proses Pemulihannya Bagaimanakah klasifikasi sumber daya alam berdasarkan sifat da...

Paling Banyak Dibaca