Wednesday, January 17, 2018

Perairan Darat: Danau

Perairan Darat: Danau

Apakah yang dimaksud dengan danau? Faktor-faktor apa sajakah yang memengaruhi terbentuknya suatu danau?
Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/
6/67/Dove-Lake_from_South-2008.jpg
Danau adalah bagian perairan berupa cekungan luas di daratan (terpisah dari laut) serta terisi oleh air dalam jumlah yang banyak. Danau memiliki peran sebagai simpanan air permukaan (surface storage). Air yang ada di danau dapat memenuhi berbagai kebutuhan manusia. Genangan air di suatu cekungan (basin) dapat disebut sebagai danau apabila terdapat air yang cukup dalam sehingga terdapat tingkatan suhu air secara vertikal, vegetasi air tidak menutupi seluruh permukaan air (hanya berada di pinggiran), dan terdapat adanya gelombang. Apabila persyaratan tersebut belum terpenuhi, maka genangan air masih disebut sebagai telaga atau rawa. Telaga pada dasarnya hampir sama dengan danau, namun ukuran telaga lebih kecil. Sementara itu, rawa adalah genangan air di cekungan yang relatif dangkal. Ukuran rawa bervariasi serta dapat mengalami pergantian air maupun tidak.

Faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan danau, antara lain pencairan es, aliran, air tanah, ombak dan arus pantai, aktivitas angin, gerakan massa, diatropisme (tenaga dari dalam bumi), aktivitas vulkanik, dan aktivitas manusia.
1.    Pencairan Es
Danau yang terbentuk akibat proses pencairan es disebut dengan danau glasial. Erosi es akan membentuk cekungan di lereng atau lembah. Cekungan tersebut kemudian terisi air dari es yang mencair. Danau glasial terdapat di Norwegia, Amerika Serikat bagian utara, dan Finlandia.

2.    Aliran
Danau yang terbentuk akibat proses aliran terjadi karena adanya pembendungan aliran. Pembendungan terjadi di suatu meander sehingga ada saluran yang tertinggal. Saluran ini membentuk danau oxbow (danau tapal kuda). Sementara itu, apabila pembendungan terjadi di pertemuan aliran sehingga menutupi muara anak sungai, maka akan membentuk danau lateral. Terdapat juga danau yang terbentuk akibat sedimentasi di aliran percabangan sungai induk serta mengelilingi daerah yang lebih rendah daripada daerah di sekitarnya. Akibatnya, terdapat aliran yang terjebak sehingga membentuk danau delta. Contoh danau delta adalah danau di Sungai Mississippi.

3.    Air Tanah
Air tanah berperan dalam pembentukan cekungan di permukaan. Melalui proses pelarutan batuan karbonat/ kapur, terbentuk gua bawah tanah. Setelah  itu, apabila bagian atas gua runtuh, maka akan terbentuk cekungan. Apabila cekungan tersebut terisi oleh air, maka dapat terbentuk danau karst. Danau karst sering disebut sebagai dolina. Danau karst banyak terdapat di daerah Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

4.    Ombak dan Arus Pantai
Kombinasi antara ombak, angin, dan arus pantai menyebabkan terbentuknya tanggul-tanggul pasir dan kerikil di lautan. Proses tersebut kadang-kadang membentuk suatu danau dan lagoon (danau air asin di dekat pantai yang merupakan bagian dari laut dangkal). Danau tipe ini banyak terdapat di sepanjang pantai barat Samudra Atlantik, mulai dari barat daya New York sampai Panama.

5.    Aktivitas Angin
Aktivitas angin dapat mengangkut pasir dari suatu tempat kemudian diendapkan di tempat lain. Endapan pasir tersebut membentuk bukit-bukit pasir yang di antaranya terdapat juga cekungan. Di daerah yang relatif kering, cekungan ini tidak terisi air. Akan tetapi, di daerah basah (lembap), cekungan tersebut akan terisi air sehingga membentuk danau. Contoh danau yang terbentuk akibat proses ini adalah Danau Michigan di Amerika Serikat.

6.    Gerakan Massa
Gerakan massa yang dapat menyebabkan pembentukan danau misalnya longsor atau banjir lumpur. Gerakan massa dapat membentuk danau apabila terjadi pembendungan aliran, baik oleh longsor maupun oleh endapan banjir lumpur. Danau yang terbentuk akibat gerakan massa banyak terdapat di pegunungan Eropa, Asia, dan Amerika utara. Contoh danau yang terbentuk oleh gerakan massa adalah Danau Cristobal di Colorado Amerika Serikat.

7.    Diatropisme (Tenaga dari Dalam Bumi)
Diatropisme dapat menyebabkan pembentukan danau apabila patahan atau retakan yang terbentuk dari proses tersebut membentuk cekungan. Cekungan yang terisi oleh air dapat membentuk danau patahan/retakan. Danau patahan banyak terdapat di Pulau Sulawesi, seperti Danau Limboto di Provinsi Gorontalo, Danau Poso di Provinsi Sulawesi Tengah, serta Danau Matano dan Danau Towuti di Provinsi Sulawesi Tenggara.

8.    Aktivitas Vulkanik
Lelehan lava yang keluar dari dalam bumi dapat menghalangi lembah sungai sehingga membentuk danau. Contoh danau yang terbentuk akibat aktivitas vulkanik adalah danau di lereng barat Sierra Nevada. Selain akibat lelehan lava, adanya runtuhan di puncak gunung api akibat letusan juga dapat menyebabkan terbentuknya cekungan di puncak tersebut. Cekungan tersebut apabila terisi oleh air akan membentuk danau kawah. Contoh danau kawah di Indonesia antara lain Danau Kelimutu, danau di gunung api Rinjani, dan danau di gunung api Sindoro. Aktivitas vulkanik dan aktivitas tektonik juga dapat menyebabkan terbentuknya danau yang cukup besar, disebut dengan danau tektovulkanik. Contoh danau tektovulkanik adalah Danau Toba di Provinsi Sumatra Utara.

No comments:

Post a Comment

Postingan Terbaru

Klasifikasi Sumber Daya Alam Berdasarkan Sifat dan Proses Pemulihannya

Klasifikasi Sumber Daya Alam  Berdasarkan Sifat dan Proses Pemulihannya Bagaimanakah klasifikasi sumber daya alam berdasarkan sifat da...

Paling Banyak Dibaca