Thursday, January 18, 2018

Mengenal Garis Kontur serta Cara Penyajian Relief

Mengenal Garis Kontur serta Cara Penyajian Relief

Apakah pengertian dari garis kontur? Bagaimanakah cara kita menentukan kontur interval saat hendak membuat peta? Apa saja ciri-ciri garis kontur pada suatu peta?
Sumber: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Topographic_prominence.png
Peta topografi tidak dapat dipisahkan dengan garis kontur karena di dalam peta topografi pasti terdapat garis kontur. Garis kontur adalah garis yang menghubungkan tempat-tempat di permukaan bumi yang memiliki ketinggian sama. Fungsi garis kontur adalah untuk memberikan informasi secara relatif mengenai bentuk permukaan bumi dan memberikan informasi secara absolut mengenai tinggi letak suatu objek. Dalam garis kontur terdapat kontur indeks. Kontur indeks adalah nilai ketinggian tempat yang terdapat di garis kontur. Kontur indeks terdapat pada garis kontur setiap interval ketinggian tertentu.

Selain kontur indeks, garis kontur juga berhubungan erat dengan kontur interval. Kontur interval adalah jarak ketinggian antara dua garis kontur yang berdekatan (misalkan bernilai 12,5 meter atau 25 meter). Apabila garis kontur pada peta topografi saling berimpit atau rapat, maka daerah yang digambarkan memiliki lereng curam/terjal. Sementara itu, apabila garis kontur semakin renggang, maka daerah yang digambarkan memiliki lereng yang landai.
Penentuan kontur interval pada suatu peta mempertimbangkan tujuan pemetaan, skala peta, dan kondisi konfigurasi relief. Apabila tujuan pemetaan adalah untuk mengetahui relief secara detail, maka nilai kontur interval dibuat semakin kecil agar konfigurasi permukaan bumi dapat diketahui secara lebih detail. Hubungan antara skala peta dan kontur interval ideal pada peta dapat ditentukan dengan rumus:
                             kontur interval             = 1/2000 × penyebut skala

Suatu daerah yang memiliki kondisi konfigurasi relief berupa perbukitan akan lebih baik apabila dipetakan dengan kontur interval besar. Hal tersebut bertujuan agar peta yang disajikan tidak terlalu over crowded (ruwet) sehingga informasi peta yang lainnya tidak akan terganggu. Sementara itu, suatu daerah yang memiliki kondisi konfigurasi relief datar lebih baik apabila dipetakan dengan kontur interval kecil. Hal tersebut bertujuan agar peta yang dihasilkan dapat menunjukkan setiap perubahan ketinggian secara lebih detail.
Garis kontur memiliki ciri tidak berpotongan dan tidak putus, mengikuti kemiringan, selalu tergambar secara horizontal, tegak lurus terhadap aliran permukaan (sungai), serta berupa garis yang tertutup. Kontur dapat menggambarkan kondisi relief suatu wilayah dengan metode hill shading, layer shading, blog diagram, dan profiling. Hill shading adalah penyajian relief dengan cara memberikan efek gelap (bayangan) pada kontur berdasarkan arah penyinaran matahari. Layer shading penyajian relief dengan memberikan variasi warna secara gradasi untuk membedakan ketinggian dari suatu kontur. Blog diagram adalah penyajian relief dengan cara menggambarkan bentuk kontur secara 3 dimensi. Sementara itu, profiling adalah penyajian relief dengan cara membuat penampang kontur secara vertikal (dua dimensi) agar mempermudah dalam perhitungan kemiringan lereng.

No comments:

Post a Comment

Postingan Terbaru

Klasifikasi Sumber Daya Alam Berdasarkan Sifat dan Proses Pemulihannya

Klasifikasi Sumber Daya Alam  Berdasarkan Sifat dan Proses Pemulihannya Bagaimanakah klasifikasi sumber daya alam berdasarkan sifat da...

Paling Banyak Dibaca