Thursday, January 18, 2018

Generalisasi Pemetaan

Generalisasi Pemetaan

Apakah yang dimaksud dengan generalisasi pemetaan? Mengapa generalisasi pemetaan perlu dilakukan? Apa saja macam-macam elemen generalisasi pemetaan?
Sumber: https://commons.wikimedia.org/wiki/
File:Accuracy_and_generalization.svg
Objek yang digambarkan dalam peta adalah objek tertentu saja, hanya sebagian kecil dari seluruh ketampakan yang sesungguhnya. Objek-objek yang digambarkan pada peta adalah objek yang dibutuhkan informasinya dan sesuai dengan tujuan pembuatan peta. Sebagai contoh, objek yang ada pada peta jenis tanah tentu berbeda dengan objek yang ada pada peta kemiringan lereng. Selain itu, terdapat proses pemilihan dan penyederhanaan objek yang dikenal sebagai generalisasi pemetaan.

Generalisasi adalah suatu proses penyederhanaan peta akibat adanya perubahan dari peta skala besar menjadi peta skala kecil, dengan tetap mempertahankan bentuk dan ciri utama peta. Generalisasi dilakukan dengan memperhatikan skala peta dan tujuan pemetaan. Generalisasi perlu dilakukan akibat terlalu padatnya obyek dalam peta, reduksi (pengecilan) skala, dan keterbatasan kemampuan mata manusia dalam melihat objek di peta. Generalisasi bertujuan agar peta yang dihasilkan mudah untuk dipahami informasinya.
Elemen-elemen generalisasi adalah sebagai berikut.
1.    Pemilihan/selection untuk menyesuaikan objek dengan tema.
2.    Penyederhanaan/simplification untuk menyederhanakan bentuk objek.
3.    Penghilangan/ommision untuk menghilangkan objek yang tidak perlu.
4.    Klasifikasi/classification untuk menggabungkan objek sejenis.
5.    Pembesaran/exageration untuk menunjukkan objek utama.
6.    Pergeseran untuk mengatur letak objek.
7.    Penekanan/emphazing untuk menonjolkan objek tertentu.
8.    Kombinasi/combination yaitu penggunaan beberapa elemen sekaligus.

Generalisasi dapat dikelompokkan menjadi generalisasi geometrik dan generalisasi konseptual. Generalisasi geometrik adalah generalisasi yang dilakukan untuk menyederhanakan suatu objek tanpa berhubungan dengan konsep objek tersebut. Contoh generalisasi geometrik adalah dalam menyederhanakan perempatan jalan menjadi jalan lurus saja karena pertimbangan jalan lurus tersebut merupakan jalan utama. Sementara itu, generalisasi konseptual adalah generalisasi yang dilakukan untuk menyederhanakan objek disertai pertimbangan konsep tertentu, biasanya hanya dapat dilakukan oleh seorang ahli. Contoh generalisasi konseptual adalah dalam menyederhanakan jenis tanah pada peta tanah. Penyederhanaan tersebut hanya dapat dilakukan oleh orang yang ahli dalam bidang ilmu tanah, tidak boleh sembarang orang melakukannya.

No comments:

Post a Comment

Postingan Terbaru

Klasifikasi Sumber Daya Alam Berdasarkan Sifat dan Proses Pemulihannya

Klasifikasi Sumber Daya Alam  Berdasarkan Sifat dan Proses Pemulihannya Bagaimanakah klasifikasi sumber daya alam berdasarkan sifat da...

Paling Banyak Dibaca