Monday, January 8, 2018

Mengenal Jenis-Jenis Batuan: Batuan Sedimen

Mengenal Jenis-Jenis Batuan: Batuan Sedimen

Sumber: https://upload.wikimedia.org/
wikipedia/commons/d/d2/Sanikiluaq_rocks.jpg
Apakah yang dimaksud dengan batuan sedimen? Apa saja jenis-jenisnya?
Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari proses pemadatan endapan batuan lepas. Batuan lepas adalah bagian dari material batuan padat yang mengalami erosi. Material tersebut terbawa oleh aliran sungai, gelombang, arus pasang, angin, es, maupun gravitasi, kemudian mengendap di suatu tempat. Proses pemadatan batuan ini disebut diagenese.

Batuan sedimen tersusun oleh batuan yang semula lepas, kemudian menjadi kompak (terikat satu sama lain) secara alami. Batuan sedimen terdiri atas lapisan-lapisan, lapisan tersebut terbentuk akibat sementasi atau akibat tekanan dari endapan di atasnya. Warna batuan sedimen bervariasi, tergantung pada komposisi material penyusunnya. Pada umumnya, batuan sedimen berwarna putih, kuning, atau abu-abu terang , tetapi ada pula batuan sedimen yang berwarna abu-abu gelap sampai hitam, merah, dan coklat.
O’Dunn dan Sill (1986) membagi batuan sedimen berdasarkan teksturnya menjadi 2 kelompok besar, yaitu batuan sedimen klastik dan batuan sedimen nonklastik.

1.    Batuan Sedimen Klastik
Batuan sedimen klastik adalah batuan sedimen yang terdiri atas butiran atau pecahan batuan serta terbentuk oleh pembentukan kembali dari batuan yang telah ada. Proses pembentukan kembali tersebut meliputi proses pelapukan, erosi, transportasi, dan redeposisi (pengendapan kembali). Batuan klastik bersifat fragmental, artinya terdiri atas butiran atau pecahan batuan. Contoh batuan sedimen klastik adalah batuan konglomerat, breksi, dan batu pasir.

2.    Batuan Sedimen Nonklastik
Batuan sedimen nonklastik adalah batuan sedimen yang terbentuk oleh pengendapan material batuan di tempat itu juga. Proses pembentukan batuan sedimen nonklastik dapat berlangsung secara kimiawi, biologi/organik, maupun kombinasi antara biologi dan kimia (biokimia). Dalam proses pembentukan batuan sedimen secara kimia, endapan terbentuk sebagai hasil reaksi kimia. Misalnya, batu gamping (CaCO3) terbentuk oleh adanya pengaruh reaksi antara air (H2O) dan karbon dioksida (CO2). Contoh batuan sedimen yang terbentuk secara kimiawi adalah pembentukan stalaktit dan stalakmit di dalam gua karst, batuan evaporit, travertin, anhidrit, halit, dan batu gips. Sementara itu, proses pembentukan batuan sedimen secara biologi/organik adalah pembentukan batuan sedimen oleh adanya aktivitas hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Contoh batuan sedimen yang terbentuk secara biologi/organik adalah terbentuknya karang di dasar laut dangkal dan terbentuknya fosfat dari akumulasi kotoran kelelawar.

No comments:

Post a Comment

Postingan Terbaru

Klasifikasi Sumber Daya Alam Berdasarkan Sifat dan Proses Pemulihannya

Klasifikasi Sumber Daya Alam  Berdasarkan Sifat dan Proses Pemulihannya Bagaimanakah klasifikasi sumber daya alam berdasarkan sifat da...

Paling Banyak Dibaca