Wednesday, January 17, 2018

Klasifikasi Iklim Menurut Para Ahli

Klasifikasi Iklim Menurut Para Ahli

Bagaimanakah klasifikasi iklim menurut Junghuhn, klasifikasi iklim menurut Schmidt-Fergusson, dan klasifikasi iklim menurut Koppen?
Sumber: https://upload.wikimedia.org/
wikipedia/commons/0/06/Junghuhn-Licht2.jpg
1.    Klasifikasi Iklim Menurut Junghuhn
Meskipun berdasarkan iklim matahari seluruh wilayah di Indonesia termasuk dalam iklim tropis (panas), namun pada kenyataannya tidak semua daerah selalu panas. Sebagai contoh, terdapat wilayah-wilayah yang ada di pegunungan, seperti Dieng (Wonosobo) dan kawasan Puncak Bogor memiliki iklim yang relatif sejuk (tidak terlalu panas). Hal tersebut disebabkan karena selain akibat letak lintang, suhu juga dapat dipengaruhi oleh penurunan terhadap ketinggian. 


     Berdasarkan hal tersebut, Junghuhn melakukan klasifikasi iklim berdasarkan posisi ketinggian suatu tempat. Klasifikasi tersebut yaitu iklim panas dengan suhu 22o C – 26,3o C untuk wilayah dengan ketinggian antara 0 – 600 mdpal. Iklim sedang dengan suhu 17,1o C – 22o C untuk wilayah dengan ketinggian antara 600 mdpal – 1.500 mdpal. Iklim sejuk dengan suhu 11,1o C – 17,1o C untuk wilayah dengan ketinggian 1.500 mdpal – 2.500 mdpal. Selanjutnya, iklim dingin dengan suhu 6,2o C – 11,1o C untuk wilayah dengan ketinggian di atas 2.500 mdpal.

2.    Klasifikasi Iklim Menurut Schmidt-Fergusson
Klasifikasi iklim menurut Schmidt-Fergusson dilakukan berdasarkan curah hujan bulanan (bulan basah dan bulan kering) dalam satu tahun di suatu wilayah. Klasifikasi ditentukan berdasarkan perbandingan (Q) antara bulan basah dan bulan kering dalam satu tahun menggunakan rumus berikut ini.
Bulan basah merupakan bulan dengan curah hujan yang lebih besar dari lebih dari 100 mm, sedangkan bulan kering merupakan bulan dengan curah hujan yang kurang dari 60 mm. Bulan dengan curah hujan antara 60 sampai 100 mm disebut dengan bulan lembap. Berikut ini tabel klasifikasi iklim menurut Schmidt-Ferguson.

3.    Klasifikasi Iklim Menurut Koppen
Klasifikasi iklim menurut Koppen dilakukan berdasarkan kondisi suhu dan curah hujan. Koppen membagi iklim di dunia menjadi 5 tipe iklim, yaitu tipe iklim A, tipe iklim B, tipe iklim C, tipe iklim D, tipe iklim dan E.
a.    Tipe Iklim A
Tipe iklim A juga disebut sebagai tipe iklim hujan tropis. Suatu wilayah termasuk dalam tipe iklim A apabila memiliki rata-rata suhu bulanan di atas 18o C, suhu tahunan antara 20o C hingga 25 o C, serta curah hujan rata-rata 700 mm per tahun.

b.    Tipe Iklim B
Tipe iklim B disebut juga sebagai tipe iklim kering. Suatu wilayah termasuk dalam tipe iklim B apabila memiliki curah hujan yang sangat rendah.

c.    Tipe Iklim C
Tipe iklim C disebut juga sebagai tipe iklim hujan sedang hangat. Suatu wilayah termasuk dalam tipe iklim C apabila memiliki suhu bulanan terendah 3o C dan suhu rata-rata sebesar 18o C pada bulan terpanas.

d.    Tipe Iklim D
Tipe iklim D disebut juga sebagai  tipe iklim hujan salju dingin. Suatu wilayah termasuk dalam tipe iklim D apabila memiliki suhu rata-rata bulan terdingin -3o C dan suhu rata-rata bulan terpanas 10o C.

e.    Tipe Iklim E
Tipe iklim E disebut juga sebagai tipe iklim kutub. Suatu wilayah termasuk dalam tipe iklim E apabila memiliki suhu rata-rata bulan terpanas kurang dari 10o C.

No comments:

Post a Comment

Postingan Terbaru

Klasifikasi Sumber Daya Alam Berdasarkan Sifat dan Proses Pemulihannya

Klasifikasi Sumber Daya Alam  Berdasarkan Sifat dan Proses Pemulihannya Bagaimanakah klasifikasi sumber daya alam berdasarkan sifat da...

Paling Banyak Dibaca